![]() |
| Sumber: Watchdoc Documentary |
Gua bisa dipertemukan sama film dokumenter ini karna berkat Twitter, dari tweet seseorang yang sedang menyuarakan film dokumenter Sexy Killers agar semua orang menontonnya. Sebelum gua nonton film Sexy Killers ini, gua cari tau film ini bercerita tentang apa. Setelah gua baca sinopsisnya dari internet kayanya ini menarik untuk ditonton.
Dan setelah gua tonton di channel Youtube Watchdoc Image yang berduasi 1 jam 28 menit 55 detik ini gua baru tau kalau dibalik sumber tenaga listrik yang kita pakai didalam rumah kita itu banyak merenggut banyak korban jiwa, akibat dari penambangan batu bara juga menyisakan kubangan air di tengah hutan yang menelan banyak korban, di Kalimantan sendiri ada kurang lebih 3500 lubang bekas tambang yang tidak memberi jaminan kesehatan lingkungan dengan baik.
![]() |
| Korban jiwa meninggal akibat kubangan air yang dibuat pekerjaan penambangan. (Courtesy of YouTube/Watchdoc Image) |
![]() |
| Rumah warga yang rubuh akibat pekerjaan penambangan disekitar pemukiman warga. (Courtesy of YouTube/Watchdoc Image) |
Disini gua gak akan membela dari kubu manapun atau berkampanye untuk golput itu tidak sama sekali, tapi gua disini ingin kasih tau dari sudut pandang gua sendiri. Film dokumenter Sexy Killers ini membuka hati dan pikiran gua sebagai manusia akan kepedulian dan tanggung jawab terhadap alam maupun manusia, mungkin dulu gua kalo lagi dirumah listrik mati lampu kesel sendiri tapi setelah nonton Sexy Killers gua coba untuk bersyukur kalo mati lampu, Dan tidak mudah percaya oleh poliTIKUS.
![]() |
| Hukuman untuk kapal tongkang yang merusak terumbu karang di daerah Taman Nasional Karimunjawa. (Courtesy of YouTube/Watchdoc Image) |
"Kalau ada PLTU, bagaimana masa depan anak saya?
Sudah tidak ada tempat lagi di Indonesia
Gara-gara orang yang pandai gunungnya dijual,
lalu sekarang laut mau ditanami besi,
dibangun PLTU, pabrik dimana-mana.
Lama kelamaan tanah di Indonesia akan habis,
Saya bersumpah, istri saya sebelum meninggal bilang,
tolak PLTU. Itu pesan istri saya."
- Nelayan di daerah Batang.
Kevin Abimanyu (16/4/2019)




Komentar
Posting Komentar